Langsung ke konten utama

Prosedur Penerimaan Pendaftaran Santri

KETENTUAN DAN SYARAT PENDAFTARAN

  1. Sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhlaq dengan diantar oleh wali atau wakil wali.
  2. Sanggup melaksanakan semua tata tertib Pondok Pesantren Darul Akhlaq dan/atau peraturan Yayasan darul Akhlaq dan ketentuan lain yang ditetapkan oleh Pengurus.
  3. Sanggup menyelesaikan pendidikan di Pesantren sampai selesai
  4. Berambut pendek dan rapi (samping: tidak menyentuh daun telinga; belakang: tidak menyentuh kerah baju) serta mengenakan baju yang rapi dan sopan
  5. Memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan berupa:

ü  Surat keterangan belajar (bukan pindah penduduk atau bepergian) serendah-rendahnya dari Kepala Desa/Kepala Kelurahan
ü  Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKCK bagi calon santri berusia di atas 18 tahun dari kepolisian sektor setempat)
ü  Surat keterangan belajar dan/atau foto kopi rapor/ijazah dari pesantren/madrasah asal, serta foto kopi akte kelahiran
ü  Foto kopi Kartu Keluarga dan KTP Wali.
ü  Pas foto santri 3x4 sebanyak dua lembar.
ü  Pas Foto wali 4×6 sebanyak dua lembar.

6. Mengikuti tes masuk Madrasah di bawah naungan yayasan Darul Akhlaq
7. Berdomisili  di asrama Pondok Pesantren Darul Akhlaq
8. Melunasi biaya-biaya yang ditetapkan


TTD
PENGASUH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdoa Mengunakan Selain Bahasa Arab dalam Sujud

Beberapa waktu yang lalu saat kegiatan Rutinan Lailatul Ijtima' Pengurus Ranting NU Toronan, usai mengkaji Kitab Risalah Ahli Sunnah Waljamaah, Karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari. Salah satu hadirin mengajukan pertanyaan mengenai hukum seseorang yang berdoa menggunakan bahasa Madura (selain bahasa Arab) ketika sujud di dalam sholat,  Apakah hal tersebut diperbolehkan?  Menanggapi hal tersebut, memang ada keterangan dalam beberapa kitab kuning bahwasanya dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud di dalam sholat, anjuran ini tercatat dalam beberapa kitab hadits diantara hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai berikut:  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ Artinya, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,’” (HR Musli...

Santri Darul Akhlaq Mengikuti Upacara Bendera Dalam Rangka Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 79.

   Dengan rasa syukur Republik Indonesia sudah memasuki usia yang ke 79 dari kemerdekaannya.   "kita sebagai rakyat Indonesia seharusnya bersyukur atas kemerdekaan ini karena apa? Karena kita hidup di Indonesia, makan di Indonesia, minum di Indonesia, bercocok tanam di Indonesia, mencari nafkah di Indonesia, Indonesia kaya raya akan rempah-rempah dan juga pangan. Dan juga kita wajib bersyukur atas kemerdekaan Indonesia ini karena banyak negara-negara lain belum merdeka seperti halnya Negara Palestina, kita do'akan Negara Palestina semoga cepat merdeka." Dauh beliau.     ulama dan santri merupakan garda terdepan untuk memerdekakan republik Indonesia ini, maka dari itu kita sebagai santri jangan sekali kali melupakan sejarah kemerdekaan Indonesia. JAS MERAH (JANAGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH)     Selamat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 79 "Nusantara Baru Indonesia Maju".    Oleh: Darul Akhlaq Media  Pamekasan,17 Agustu...